Positivisasi Syariah di Indonesia, Legalisasi atau Birokratisasi?

Pepen Irpan Fauzan, Ahmad Khoirul Fata

Abstract


Tulisan ini mengkaji pemberlakuan hukum syariah sebagai bagian dari hukum nasional Indonesia. Ada dua permasalahan pokok yang dibahas: pertama, bagaimanakah posisi hukum Islam dalam tubuh hukum nasional? Kedua, apakah legalisasi syariah telah mencerminkan idealitas hukum syariah bagi masyarakat Islam Indonesia? Untuk membahas dua permasalahan ini, penulis memfokuskan pada UU tentang Zakat, wakaf dan haji. Dari kajian yang penulis lakukan, dapat disimpulkan beberapa hal: pertama, keberadaan UU terkait zakat, wakaf dan haji merupakan perwujudan penerimaan sistem hukum Indonesia terhadap pemberlakuan hukum Islam sebagai bagian integral dari hukum nasional. Kedua, meski telah masuk dalam sistem hukum nasional, namun UU tentang zakat, wakaf dan haji mempunyai kekuatan dan kelemahan. Kekuatannya terletak bahwa hukum Islam telah menjadi hukum positif, sehingga pemberlakuannya menjadi mutlak di tengah masyarakat. Kelemahannya, UU itu lebih menitikberatkan pada persoalan administratif, dari pada mandatory. Konsekuensinya, UU tersebut tidak lebih dari sekedar birokratisasi-syari’ah.

This paper examines the implementation of sharia as part of Indonesian national law. There are two main issues that are discussed: first, what is the position of Islamic law in the body of national law? Second, does the legalization of sharia reflect the ideal of shariah for Indonesian Islamic society? To discuss the two issues, the authors focus on the Law on Zakat, wakaf and hajj. From the writer's study, it can be concluded: First, the existence of the zakat, wakaf and hajj laws is the embodiment of acceptance of Indonesian legal system towards the implementation of Islamic law as an integral part of national law. Second, although it has been included in the national legal system, the Law of zakat, wakaf and hajj has strengths and weaknesses. Its strength lies in that Islamic law which has become a positive law, so its enforcement becomes absolute in society. The weakness is that the Law focuses on administrative matters rather than mandatory. Consequently, the law is nothing more than a shari'ah-bureaucratization.


Keywords


Positivisasi; Syariah/hukum Islam; Birokratisasi; Hukum Nasional

References


Buku

Abdillah, Masykuri, 2015, Islam dan Demokrasi: Respons Intelektual Muslim Indonesia Terhadap Konsep Demokrasi 1966-1993, Jakarta: Prenada.

Effendy, Bahtiar, 1998, Islam dan Negara: Transformasi Pemikiran dan Praktik Politik Islam di Indonesia, Jakarta: Paramadina.

Hooker, M. B., 2008, Indonesian Syariah: Defining a National School of Islamic Law, Singapore: ISEAS.

Junaidi, 2009, Positivisasi Hukum Islam Dalam Perspektif Pembangunan Hukum Nasional Indonesia di Era Reformasi, Surakarta: Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret.

Latif, Yudi, Negara Paripurna: Historisitas, Rasionalitas, dan Aktualitas. Jakarta: Gramedia, 2015.

Lukito, Ratno, 1997, Islamic Law And Adat Encounter: The Experience Of Indonesia, Canada: Institute of Islamic Studies, McGill University.

Maarif, Ahmad Syafii, 1987, Islam dan Masalah Kenegaraan: Studi Tentang Percaturan dalam Konstituante, Jakarta: LP3ES.

Mahendra, Yusril Ihza, 1999, Modernisme dan Fundamentalisme dalam Politik Islam, Jakarta: Paramadina.

Sumitro, Warkum, 2005, Perkembangan Hukum Islam di Tengah Kehidupan Sosial Politik di Indonesia, Malang: Banyumedia Publishing.

Tim Peneliti Dit. Pendidikan dan Agama Bappenas, Evaluasi Terpadu Pelaksanaan Pengelolaan dana Zakat tahun 2012. Jakarta: Sekretariat Kementerian PPN/Bappenas.

Jurnal/Makalah

Alfitri, 2006, “The Law of Zakat Management and Non-Governmental Zakat Collectors in Indonesia”, International Journal of Not-for-Profit Law, Vol. 8, No. 2, January, h. 55-64.

Buehler, Michael, 2008, “The Rise Of Shari’a By-Laws In Indonesian Districts: An Indication For Changing Patterns Of Power Accumulation And Political Corruption.” South East Asia Research, Vol. 16, No. 2, Special Issue: The State and Illegality in Indonesia, July, h. 255-285.

Darmadi, Dadi, 2013, “Hak Angket Haji: Pilgrimage and the Cultural Politics of Hajj Organization in Contemporary Indonesia”, Studia Islamika, Vol. 10, No. 23, h. 443-466.

Fauzan, Pepen Irpan, dan Ahmad Khoirul Fata, 2018, “Model Penerapan Syariah dalam Negara Modern: Studi Kasus, Arab Saudi, Iran, Turki, dan Indonesia”, Al-Manahij, Vol. XII, No 1, Juni, h. 51-70.

Jahar, Asep Saefudin, 2006, “The Clash of Muslims and the State: Waqf and Zakat in Post Independence Indonesia,” Studia Islamika, Vol. 13, No. 3, h. 353-395.

Mahendra, Yusril Ihza, 2007, “Hukum Islam dan Pengaruhnya terhadap Hukum Nasional Indonesia”, Makalah disampaikan pada Seminar Nasional di Fakultas Syariah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 5 Desember .

Mufidah, 2016, “Sistem Hirarki Kelembagaan Badan Pengelola Zakat di Indonesia: Tinjauan Terhadap Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011”, Jurnal Cita Hukum, Vol.4 No.2, h. 323-344.

Mustofa dan Ahmad Khoirul Fata, 2015, “Zakat & Tax; From the Synergy to Optimization.” Al-Ulum, Vol. 15, No. 1, h. 43-56.

Nurlelawati, Euis, 2007, “Change and Continuity: The Kompilasi and Indonesian Islamic Courts”, Studia Islamika, VoI. 14, No.1, h. 87-112.

Salim, Arskal, 2006, “The Influential Legacy of Dutch Islamic Policy on The Formation Of Zakat (Alms) Law in Modern Indonesia,” Pacific Rim Law & Policy Journal. Vol. 15 No. 3, h. 683-701.

Surat Kabar/Majalah

Fata, Ahmad Khoirul, 2017, “Gagasan Usang Sekularisasi.” Republika, 31 Maret.

Rukmana, Cecep, 2005, “Swastanisasi Penyelenggaraan Haji Indonesia,” Republika, Senin, 13 Juni.

Majalah Kompetisi, Edisi 9, 2007, diunduh dari http://kppu.go.id, diakses tanggal 3 Desember 2016.

Naskah Akademik RUU Penyelenggaraan Haji dan Umrah. www.dpr.go.id, diunduh tanggal 18 Desember 2016.

Putusan

Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 86/PUU-X/2012 Tanggal 28 Pebruari 2013.

Internet

https://m.tempo.co/read/news/2012/04/12/173396661/ pemerintah-tolakswastanisasi-penyelenggaraan-haji, diunduh 18 Desember 2016.

http://www.iphi.web.id/2012/07/02/kembali-mencuat-wacana-pembentukanbadan-haji-indonesia/, diunduh 18 Desember 2016.




DOI: https://doi.org/10.31078/jk1537

Refbacks

  • There are currently no refbacks.